Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net


Minggu, 25 November 2012

Pro dan kontra pencapresan Rhoma Irama (BI-01-SS-12)

Raja dangdut yang tak pernah lengser, Rhoma Irama akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat baik dimedia massa maupun di dunia politik. Bang Haji, begitu Rhoma di sapa mengatakan secara gamblang menyatakan akan maju dalam pemilihan presiden 2014 mendatang. Rhoma mengaku terpanggil menjadi calon presiden karena kondisi masyarakat Indonesia saat ini jauh dari cita-cita para pendirinya. Maraknya korupsi, anarkisme, tawuran dan kemaksiatan menjadi indikator bahwa eksistensi negara tengah terancam. Ia pun mengatakan kehadirannya di bursa capres adalah memiliki tujuan yang baik untuk memperbaiki bangsa ini yang semakin jauh dari nilai-nilai Pancasila. "Karena Indonesia membutuhkan satu figur untuk mengatasi masalah-masalah bangsa, akhlak yang saat ini sendiri sudah jauh dari nilai-nilai Pancasila," ujar Bang Haji Rhoma Irama dalam sebuah wawancara dengan merdeka.com, Senin (12/11). Rhoma menyatakan bahwa pencalonan dirinya sebagai calon presiden itu sebenarnya bukan datang dari dirinya pribadi, melainkan berasal dari desakan para ulama dan umat muslim. Karena menurut ulama tidak ada lagi sosok pemimpin bangsa ini yang dapat merepresentasikan umat Islam. "Saya maju ini karena desakan ulama dan umat. Saya bahkan sempat katakan apakah tidak ada figur lain selain saya kepada ulama-ulama itu, dan mereka bilang hanya Anda yang bisa persatukan umat Islam " tutur Rhoma. Rhoma memang tidak bisa dikatakan sebagai pendatang baru di kancah perpolitikan Tanah Air. Pada masa awal Orde Baru, Rhoma sempat menjadi maskot penting Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang bernapaskan Islami. Ia juga sempat menjadi anggota DPR mewakili utusan Golongan, yakni mewakili seniman dan artis pada tahun 1993. Pada Pemilu 2004, Rhoma Irama tampil pula di panggung kampanye PKS. Dengan bekal karier politiknya itu maka pelantun lagu 'Begadang' ini meyakinkan dirinya utuk maju menjadi calon pemimpin bangsa Indonesia. "Artinya, memang saya pernah didorong. Pernah 2004, saya tidak bersedia, 2009 saya dilamar Wapres saya tidak bersedia, untuk sekarang dorongan ulama kuat sekali, dorongan itu sangat kuat makanya kemarin saya menyatakan di Kwitang kesiapan saya untuk maju dalam 2014," jelasnya. Pencalonan Rhoma Irama menjadi capres 2014 pun sempat menuai pro dan kontra, Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul menanggapi santai perihal pencalonan raja dangdut Rhoma Irama sebagai calon presiden 2014. Menurut Ruhut, elektabilitas dan pendukung yang dimiliki Rhoma saat ini, belum cukup untuk menjadi modal calon presiden 2014. "Ntar kalau Inul juga nyalonin (jadi capres), repot juga kita kan," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/11). Ruhut menyarankan Rhoma mengukur kemampuan sebelum benar-benar yakin untuk mencalonkan diri. Meski demikian, anggota Komisi III ini tetap mendoakan agar Rhoma bisa mendapatkan kendaraan politik di Pilpres nanti. "Bang Rhoma kan pendukung Foke, eh taunya Jokowi yang menang. Tapi saya tetap doakan ada partai islam yang mencalonkan Bang Rhoma nanti," sindir Ruhut. Namun lain halnya dengan Ruhut, Gubernur DKI Jakarta Jokowi Dodo (Jokowi) malah mendukung wacana pencapresan Rhoma yang didukung para ulama. "Oh bagus, saya mendukung beliau untuk menjadi RI-1," kata Jokowi kepada merdeka.com. Meski pernah dituduh Rhoma Irama terkait isu SARA, Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) tidak memendam rasa dendam kepada Raja Dangdut itu. Menurut Jokowi, Rhoma pantas nyapres karena memiliki banyak penggemar. "Saya rasa fans fanatiknya banyak, itu juga bisa jadi faktor," kata Jokowi. SUMBER : http://www.merdeka.com/peristiwa/pro-dan-kontra-pencapresan-rhoma-irama.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar